Monday, 3 September 2012

AR-RAHMAN - AR-RAHIM (Yang Maha Pengasih - Yang Maha Penyayang)


Ibnu Mubarak mengatakan: Sifat Rahman Allah, jika diminta, maka Ia akan memberi.
Sedangkan sifat Rahim-Nya, jika tidak diminta, maka Ia akan marah. Hal ini
dijelaskan dalam sebuah hadis, riwayat Ibnu Majah dan Tirmizi dari Abu Hurairah r.a.,
beliau berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang tidak meminta kepada Allah
maka Ia akan marah.

Tentulah Allah akan marah jika seorang hamba tidak mahu meminta kepadanya.
Sebab Ia sendiri berfirman:

Maksudnya: "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam
dalam keadaan hina dina." (QS. Ghaafir:60)

Firman-Nya yang lain:

Maksudnya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebahagian
kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Kerana) bagi orang lelaki ada bahagian daripada
apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan,
dan mohonlah kepada Allah sebahagian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisaa':32)

Pengertian ini digubah sebahagian penyair Islam dalam sebuah syair yang sangat bagus:

Janganlah kamu meminta sesuatu kepada manusia
Tetapi mintalah kepada Yang pintunya tidak pernah ditutup
Allah akan marah jika Ia tidak diminta, sedangkan
Anak cucu Adam, jika diminta sesuatu, ia akan marah.

Al-Hakim dan At-Tirmizi berkata: Sifat Rahman Allah membebaskan dari api neraka, sedangkan
sifat Rahim-Nya memasukkan ke dalam syurga.

Maksud ungkapan pertama dapat dilihat dalam firman Allah s.w.t:

Maksudnya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada-Mu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah)
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah
orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan
kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada-Mu, agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Ali Imran:103)

Sedangkan maksud yang kedua, dapat dilihat dalam firman Allah s.w.t: "(Dikatakan kepada mereka):
"Masuklah kedalamnya dengan sejahtera lagi aman." (QS. Al-Hijir:46)

Al-Haris Al-Muhasibi mentafsirkan: Ar-Rahman menghilangkan kesusahan dan aib,
sedangkan Ar-Rahim menyinari hati dan kegelapan.

Kitab Akhlak Seorang Muslim

Judul: Akhlak Seorang Muslim.
Penulis: Imam Al-Ghazali.
Terjemahan: Abu Laila & Muhammad Tohir.
Terbitan: Victory Agencie, Kuala Lumpur.

Thursday, 30 August 2012

Budi Pekerti Rendah Pertanda Iman Yang Lemah.


Iman adalah satu kekuatan yang sanggup menjaga manusia dari perbuatan-perbuatan rendah dan nista.
Juga merupakan kekuatan yang mendorong manusia ke arah perbuatan mulia dan terpuji.
Dari titik-tolak itulah seruan Allah yang memerintahkan manusia supaya mendambakan kebajikan
dan menghindari kejahatan, menjadikan hal itu sebagai tuntutan iman yang bersemayam di lubuk hati.
Betapa banyak firman Allah mengenai soal itu yang tercantum dalam kitab suci-Nya.

Rasulullah Saw juga telah menjelaskan, bahawa iman yang kuat pasti melahirkan budi pekerti yang kuat pula.
Sebaliknya rusaknya budi pekerti pasti akibat dari lemahnya iman, atau kerana hilangnya iman
di sebabkan oleh terlampau besarnya perbuatan jahat dan kebodohan seseorang.

Petikan dari kitab: Akhlak Seorang Muslim.

Wednesday, 23 May 2012

Jangan Marah


Sering kita marah-marah padahal Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, bukan kekasaran:


“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]


Memang ada beberapa kondisi yang mewajibkan kita marah bahkan berperang mengangkat senjata terhadap orang-orang yang sangat zhalim tapi itu ada persyaratan khusus yang biasanya dibahas dalam bab lain khususnya yang berkaitan dengan jihad. Di sini kita akan mempelajari tentang marah.


Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” [HR Bukhari]


Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)


Dari hadits di atas jelaslah seorang yang pemarah bukanlah orang Islam dan juga bukan orang beriman karena orang-orang takut mendekat dan kena marah olehnya.


Abu Musa r.a. berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. “‘[HR Bukhari]


Ketika marah, kita harus bisa menahan diri.


Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” Muttafaq Alaihi.


Orang yang suka marah/zhalim pada orang lain niscaya akan merasa kegelapan pada hari kiamat. Ketika listrik mati di malam hari dan gelap tak ada alat penerang kita tidak suka hal itu. Nah kegelapan hari kiamat jauh lebih buruk dari hal itu dan lebih lama:


Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhilah kedholiman karena kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah membinasakan orang sebelummu.” Riwayat Muslim.


Ketika seseorang minta nasehat, Nabi menjawab “Jangan marah” berulangkali:


Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat. Beliau bersabda: “Jangan marah.” Lalu orang itu mengulangi beberapa kali, dan beliau bersabda: “Jangan marah.” Riwayat Bukhari.


Orang yang paling baik akhlaknya yang dekat dengan Nabi. Bukan orang yang pemarah:


Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)


Orang yang marah karena diingatkan untuk takwa kepada Allah berdosa besar:


Cukup berdosa orang yang jika diingatkan agar bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani)


Salah satu penyebab yang paling banyak membuat orang masuk neraka adalah mulut yang suka marah. Meski dia rajin sholat, puasa, zakat dan haji tapi jika suka marah tetap masuk neraka:


Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)


Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)


Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)


Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata: Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan hilanglah kemarahan yang didapati yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)


Sering orang marah kepada pembantunya / bawahannya karena dia merasa lebih tinggi sementara pembantunya / bawahannya lebih rendah dan selalu takut kepadanya. Padahal menurut Anas seorang pembantu Nabi, selama 10 tahun dia bekerja dengan Nabi, tak pernah sekalipun Nabi memarahinya meski dia ada salah.


Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah Saw, “Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan dan kezaliman.” Nabi Saw menjawab, “Kamu harus memaafkannya setiap hari tujuh puluh kali.” (HR. Al-Baihaqi)


Biasanya orang marah terhadap pembantu / bawahan karena pekerjaan “kurang/tidak beres”. Padahal Nabi memerintahkan untuk memberi pekerjaan hanya sesuai kemampuan mereka dan jika perlu kita harus membantu mereka jika mereka kesulitan. Allah memberi ganjaran pahala untuk itu:


Apa yang kamu ringankan dari pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu. (HR. Ibnu Hibban)


Bagi seorang budak jaminan pangan dan sandangnya. Dia tidak boleh dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. (HR. Muslim)


Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)


Allah melarang kita untuk banyak bicara. Apalagi banyak marah. Karena akan menyebabkan kita masuk neraka:


Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)


Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)


Jika marah, diamlah. Kebanyakan penyebab retaknya rumah tangga / keluarga adalah ketika suami/istri marah, mereka tidak diam. Justru melontarkan perkataan yang menyakitkan hati pasangannya. Padahal dengan diam pun pasangan kita tahu kita sedang marah tanpa membuat dia sakit hati karena perkataan kita:




Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)




Jika kita marah, maka pahala kita akan diberikan kepada orang yang kita marahi. Jika pahala kita habis, maka dosa orang yang kita marahi dipindahkan Allah ke kita. Inilah orang yang muflis/bangkrut di akhirat. Dia mengira akan masuk surga karena rajin beribadah, tapi dia juga rajin menzhalimi/memarahi orang lain hingga akhirnya masuk neraka:


Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)


Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai tebusan. Bila pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)


Jika kita berbuat salah kepada Allah, begitu kita tobat dan minta ampun kepada Allah, niscaya Allah memaafkan. Tetapi jika kita berbuat salah terhadap manusia, misalnya memarahinya, dosa kita tidak akan diampuni kecuali orang yang kita meminta maaf kepada orang yang kita zhalimi.


Ada satu kisah seorang ayah menyuruh anaknya yang pemarah untuk memaku beberapa paku ke pagar. Meski paku-paku itu dicabut, namun lubang bekas paku itu tetap ada. Begitulah jika kita memarahi orang. Meski kita sudah minta maaf, namun bekas luka di hati orang yang kita marahi akan tetap ada.


Kita harus yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sehingga Allah mengetahui jika kita sedang menzhalimi seseorang. Kita juga harus yakin bahwa segala ucapan dan tindakan kita selalu dicatat oleh dua malaikat, yaitu Roqib dan ‘Atid dan akan dihitung di hari Kiamat nanti. Oleh sebab itu hindarilah segala ucapan dan perbuatan yang buruk.


Jangan mencaci/menghina orang lain dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka:


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (maksudnya saudaramu) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan…” [Al Hujuraat:11]


Tips agar tidak marah:


· Baca ta’awudz (a’udzubillahi minasy syaithoonir rojiim) sebab setan membisikkan manusia untuk berbuat dosa termasuk marah. Berlindunglah terhadap Allah.

· Bersabarlah. Tahan kemarahan anda

· Diamlah

· Jika anda berdiri, duduklah.

· Jika masih marah, berwudlu-lah

· Jika terpaksa bicara, beritahu cara yang benar. Misalnya: Kalau melakukan ini caranya begini sambil memperagakannya. Jangan panjang-panjang cukup 2x. Kalau kesalahan masih terulang, ulangi lagi nasehat tersebut. Hindari menggelari orang dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka seperti bodoh, dan sebagainya.

sumber: http://syiarislam.wordpress.com/

Wednesday, 11 April 2012

Inspirasi


Di sebuah kelas...

Ketua kelas: Assalamualaikum, ustaz.

Ustaz: Wa'laikumussalam. Kamu semua boleh duduk.

Ustaz: Hari ni, ustaz akan ganti ustazah kamu yang tidak dapat hadirkan diri.

Murid-murid taat mendengar apa yang di bicarakan ustaz yang menggantikan ustazah mereka.

Ustaz: Hari ni, ustaz ada nak sembang-sembang dengan kamu semua.

Ustaz: Boleh kamu semua bagitahu, apa cita-cita kamu?

Murid A: Saya nak jadi Tokoh Intelektual.

Murid B: Saya nak jadi Tokoh Ulama.

Murid C: Saya nak jadi Tokoh Pejuang Agama.

Murid D: Saya nak jadi Pendakwah.

Murid E: Saya nak jadi Motivator.

Murid F: Saya nak jadi Pemikir Islam.

Murid G: Saya nak jadi Saintis Islam.

Murid H: Saya nak jadi Cendikiawan Islam.

Ketua kelas: Saya nak jadi Jutawan Beriman.

Ustaz: Hebat sungguh cita-cita kamu semua.

Ketua kelas: Ustaz, bila saya dah jadi jutawan nanti.
Saya nak laburkan duit-duit saya itu untuk pembangunan modal insan.

Murid B: Saya sokong.

Murid A: InsyaAllah, saya akan bantu.

Murid C: InsyaAllah, saya doakan semoga berjaya.

Ustaz: Saya kagum dengan semangat setiakawan kamu semua.

Murid D: Apa kata kita tubuhkan satu kumpulan bernama Pemikir Muslim?

Murid F: Saya sokong.

Murid G: InsyaAllah saya akan bantu.

Murid H: InsyaAllah saya akan doakan semoga menjadi kenyataan.

Murid E: Saya sedia membantu kamu semua.

Murid C: Terima kasih.

Ustaz terharu, dengan semangat persaudaraan yang ditunjukkan oleh murid-murid.

Ustaz: Saya akan doakan semoga kamu semua berjaya. Dan saya akan bantu kamu semua.

Ketua kelas: Terima kasih ustaz.

Murid F: Saya akan doakan ustaz. Semoga di panjangkan umur,
di berkati usia & di rahmati Allah.

Tuesday, 6 March 2012

Penawar bagi yang mengalami sakit kepala/pening.


Jika anda mengalami sakit kepala, biasanya anda akan mangambil panadol.
Atau sapu minyak angin bagi melegakan sakit kepala atau pening.

Kali ini saya hendak kongsikan, satu lagi penawar atau terapi bagi mereka yang
mengalami sakit kepala atau pening.

Jika anda mengalami sakit kepala, sila ambil masa untuk berehat.
Kemudian masa rehat itu, ambillah handfone atau mp3 anda.

Pasangkan mp3 surah-surah Al-Quran. Dengarkan bait-bait surah Al-Quran.
Pusatkan pemikiran untuk dengar bait-bait surah Al-Quran tersebut.
Dan kalau boleh hayatinya.

InsyaAllah, sakit kepala anda akan hilang serta merta.

Cubalah.

Hasilnya: Saya sendiri mengalami sakit kepala,
kemudian saya mengambil handfone. Dan pasangkan mp3 surah-surah Al-Quran.
Lama kelamaan, pening saya pun hilang.
Selain daripada itu, ia terapi untuk hati.
Kenikmatannya hingga membuatkan saya lupa
terhadap kerja-kerja seharian yang perlu disiapkan. Itulah dia terapi daripada Al-Quran.

Thursday, 1 March 2012

Menurunkan berat badan dengan cara yang mudah dan berkesan?


Bagaimana caranya untuk kita menurunkan berat
badan dengan cara yang mudah dan berkesan?

Tanpa kita belanjakan duit secara berlebihan untuk
menurunkan berat badan.

Makan satu kali sehari.

Menu:

Sedikit Nasi.
Seekor ikan bakar kosong.
Sayur air.
Dan air suam.

Elakkan minuman manis & makanan yang berminyak.

Jika lapar pada waktu malam, makan buah-buahan seperti epal, anggur atau limau.

Hasilnya: Adik saya yang menggunakan kaedah ini selama 2minggu,
berat badannya turun sebanyak 6kg.